Dijerit-pekik takde yang dengar... Lalu kupetik huruf, kususun-susun jadi bahasa hati. Ini hati aku, ini jari aku... This is My Moonlight Sonata~

Wednesday, June 29, 2011

Gadis Tebing Sungai..

Seorang Gadis, di tebing sungai.
Duduk. Kaki terendam di dalam air.
Sunyi. Itu dunianya.
Sepi. Itu darahnya. 

Hari ini digores-gores batu kecil di atas batu besar.
Hari esok diketuk-ketuk batu kecil di atas batu besar.
Hari-hari semalam, itulah ibadahnya.
Selain dari mendiam. Selain dari menangis.

Nun jauh di seberang sungai ada warung,
...dan Pria.
Hari ini dia ternampak Gadis.
Esok dia terlihat Gadis.
Malam-malam kelmarin sudah diintainya Gadis.
Tapi Gadis tidak sedar.

Kenapa perlu ada kehidupan kalau di akhirnya manusia tetap dijenguk kematian?
Kenapa perlu ada hujan kalau penyudahnya adalah kebanjiran?
Kenapa perlu ada embun kalau nantinya pagi menjengah dan embun berubah?
Kenapa perlu ada manusia kalau kebanyakannya terdiri daripada pemusnah?
Dan kenapa perlu ada cinta jika ia adalah perosak terbesar jiwa?

Gadis mengeluh lagi.
Lelah bertanya tanpa mendapat jawapannya.
Sekonyong-konyong seketul batu berbungkus kertas terjatuh ke riba.
Aneh, ada tali terikat pd batu bersurat.
Gadis mengangkat batu dan tali menegang.
Nun jauh di hujung sana Pria memegang hujung tali sambil tersengih.

Dengan wajah muram - tali dilerai, kertas dibuka dan dibaca,
"Jangan sering-seringnya merendam kaki di dalam air. Lama-lama nanti kecut, kamu akan cepat kelihatan tua kerananya. Salam kenal, Pria.."

Gadis terpana dan terkesima. Melumur jemari dengan tanah lalu diukir tulis-balasan;
"Melontar batu sebegitu besar. Mahu membunuh sayakah?"
Gadis mengikat kertas pada batu. Kembali dilontar pada Pria.
Pria membuka dan membaca lembaran kertas lalu ketawa.

"Kamu punya tulisan yg comot dan hodoh."
Gadis meronyok kertas dengan seribu rasa.
"Itu kerana saya menulis pada kamu tanpa rela."
Lagi-lagi Pria tertawa.

Batu mendarat hampir di kepala Gadis. Mujur, kecil sedikit batunya.
Gadis menayangkan buku lima pada Pria. Hahaha - Pria ketawa.
"Hairan. Saya tak pernah suruh kamu balas. Jadi, siapa yg maksa?"
Gadis menunduk, mengambil anak-anak batu di dlm air lalu melemparkan bertubi2 ke arah Pria. 
Sekuat hati dihayun moga-moga dapat ia menyakiti Pria, tapi Pria tak berganjak melainkan terus tertawa dan tertawa. 
Pria tertawa kerana tahu jarak antara mereka memustahilkan balingan Gadis mengena.
Pria tertawa kerana ia tahu kalau-kalau di saat ini Gadis pasti terlalu ingin mencekik lehernya.

Pria berpaling dan berlalu pergi. Gadis lega.
Tapi lagi Gadis menyesali nasibnya.
Lagi-Lagi Gadis mengeluh dengan takdirnya.
Lagi, lagi dan lagi Gadis menangisi hidupnya.

Senandung puji-pujian, kesyukuran dan rayuan bergema tiba-tiba.
Menusuk dalam-dalam rongga anggota.

Gadis mendongakkan wajah dan terlihat Pria di kejauhan sana.
Pria menabur risalah-risalah doa,
Pria menyebar wasilah mengenal Pemegang Cakerawala,
dan menyampaikan sabda penghulu umat manusia.
Penikmatnya ahli-ahli fikir,
Khalayaknya para pengenal diri.

Pluppp! Seketul-entah-apa terjatuh di hadapannya dan air memercik di wajah Gadis, mematikan lamunan.
Gadis mengangkat muka dan terlihat Pria.
Pria membaling entah-apa untuk memanggilnya.
Pria melayang-layangkan tali yang diikat dengan batu seperti cerita cowboy dulu-dulu.
Kali ini Gadis bersedia menyambut.
Bimbang batu mendarat di kepala.

"Kamu mengintip saya?" - Pria.
Batu berganti tangan.
"Tiada sebab utk saya mengintip anda" - Gadis.
Batu terbang lagi.
"Rindu, mungkin?"
Gadis mengangkat muka memandang Pria.
Tanpa membalas Gadis menjelirkan lidahnya.
Dan masih, Pria hanya ketawa-suka.

Bulan menunjukkan rupa. 
Gadis di birai jendela.
Kelibat Pria di mana-mana di seberang sana.
Gadis tidak dapat melelapkan mata.
Saat ini Akal dan Hatinya melancarkan perang saudara.
Tanpa sedar telah dikenali Pria selama beberapa purnama.
Selama itu juga,
Gadis tidak berendam dalam air mata.
Gadis sudah tersenyum semula..

---------------------------------------------------------------------------- @@

Gadis terus hanyut dalam dunianya,
menopang dagu,
meneliti ukiran batu yg dibuat dulu,
dan dia keliru..

Pria menabur risalah-risalah doa,
Pria menyebar wasilah mengenal Pemegang Cakerawala,
dan menyampaikan sabda penghulu umat manusia.
Penikmatnya ahli-ahli fikir,
Khalayaknya para pengenal diri.

Gadis jadi sayu.
Hati Gadis sendu.
Rohaninya Pria sentuh.
Ada yang Pria bawa membuka mata,
Ada yang Pria kata mencuci jiwa.

Kapal terbang kertas berenjin batu tiba diribaannya;
"Hey.. Kamu tahu kerjaanku?" - tertulis di badan kapal terbang.
Gadis menggeleng pada Pria di seberang sana.
Pria memberi isyarat agar Gadis membuka lipatan kertas untuk mencari jawapannya.
"Aku bertugas menjaga perut. Kalau terlebih jaga orang-orang bisa gendut".
Kali ini Gadis tertawa. Kali pertama semenjak sekian lama.
Kapal terbang bertukar tangan.
"Kamu perli saya?"
"Saya tak mahu berkomentar tentangnya tapi ada yang kata, bentuk fizik mempengaruhi tahap keintelektualan manusia. :)  "

Pria berpaling dan pergi.
Dari kejauhan, Gadis melihat Pria berbual-bual dengan Wanita.
Sering-seringnya Gadis melihat Pria melayani insan-manusia,
tetapi kini sang Wanita.. ada di hampir setiap sela masa.

------------------------------------------------------------------------------------- @@

Gadis di sini.
Pria di sana.
Masing-masing kehilangan kata.
Tapi keduanya di tebing sungai.
Menemani satu sama lain dalam kebisuan.

"Kenapa perlu ada kehidupan kalau di akhirnya manusia tetap dijenguk kematian?" - Gadis.
Kertas dilipat dan Pria tersenyum pada Gadis.
"Tanya Tuhan". - Pria.
Gadis diam lagi. Tapi tak berputus asa.

"Kenapa perlu ada hujan kalau penyudahnya adalah kebanjiran?"
Pria memulangkan semula kertas tanpa mencatat. Yang ada cuma tulisan tadi -
"Tanya Tuhan".
Gadis tidak berpuas hati.

"Kalau Tuhan di depan saya telah saya tanya semuanya. Saya memerlukan jawapan..
Kenapa perlu ada embun kalau nantinya pagi menjengah dan embun berubah?
Kenapa perlu ada manusia kalau kebanyakannya terdiri daripada pemusnah?
Dan kenapa perlu ada cinta jika ia adalah perosak terbesar jiwa?"
Gadis memasam muka. Pria tersenyum cuma di sana.

"24434. Itu nombor Tuhan. Sila hubungi dan tanya sendiri".
Pria berlalu sesudah itu, 
Gadis ditinggalkan masih dalam keliru.

Pria menabur risalah-risalah doa,
Pria menyebar wasilah mengenal Pemegang Cakerawala,
dan menyampaikan sabda penghulu umat manusia.
Penikmatnya ahli-ahli fikir,
Khalayaknya para pengenal diri.

Sebelum matahari menunjuk diri Gadis sudah menanti.
Wajahnya bersinar. Senyumnya mekar.
Lelah mencari jawapan pada apa yang Pria tinggalkan,
akhirnya Gadis mengerti yg tersirat.
Hari ini, dia ingin ketemu Pria dan berterima kasih.
Gadis ingin jadi yg pertama dijenguk Pria,
Gadis ingin jadi yang pertama menanti Pria,
Gadis ingin jadi yg mula-mula menyapa Pria.
Tapi Gadis telat. Di sana, Wanita telah tunggu Pria.
Wanita seringnya menjenguk Pria dan menyapa-nyapa.
Hampir di setiap ruang waktu Wanita di sana.
Gadis jadi sebal.
Apalagi bila lihat Pria gembira dengan Wanita.
Apalagi bila melihat Pria bahagia di sana.

--------------------------------------------------------------------------- @@

Terhidu saja kelibat Pria dia berlari menyembunyikan diri.
Sesekali dia tahu Pria menjenguk.
Tapi dia mematikan diri di balik pohon meranti.
Setelah Pria beredar barulah dia keluar.
Tidak tahu kenapa harus dilakukan itu,
yang pasti dia berasa iri dan terasa hati..
Terasa diri kerdil dan terpencil..
Terutamanya bila melihat senyum dan senda tawa Pria sama Wanita,
yang selama ini dikongsi hanya mereka.

Tapi Gadis tersenyum sendiri..
Dia bahagia melihat Pria bahagia dan punya teman bicara selain dia.
'Bahagia itu wujud dalam kebahagiaan itu sendiri'.
Pria pernah berkata begitu.
Dipanjatkan doa dalam hati,
moga-moga Pria bisa memaafkannya,
atau mungkin saja Pria tidak peduli..

Tiba-tiba bahunya dicuit.
Gadis berpaling. Melopong dia melihat.
"Kamu sihat Gadis?"
Gadis cuma mengangguk. Untuk apa Jejaka muncul semula dalam hidupnya.
Gadis gusar.
"Menanti Pria kah?"
Gadis mengangkat wajah. Dahinya berkerut.
"Saban hari saya mengintip kamu dari belakang pepohon sana."
"Sejak bila?" - Gadis
"Dah lama." - Jejaka
"Kenapa?" - Gadis
"Saya rindu kamu, Gadis. Tapi saya lihat kamu akrab dengan Pria.
Saya bimbang kalau kehadiran sy menganggu kamu dan dia."
Gadis tersenyum dan menggeleng. 
"Dia cuma teman biasa.." Mata Gadis berkaca.

Ternyata Tuhan punya rencana.
Kita umpama sketsa kehidupan dan Dia pengarangnya.
Pabila ada harapan dipatahkan,
dijelmakan peluang lain jadi sandaran.
Tapi soalnya.. adilkah dia menjadikan Jejaka hanya sebagai sandaran?
Benarkah tindakan yang diambil semata-mata kerana merasa diri tidak diperlukan?
Untuk seketika Gadis lapang. Untuk beberapa waktu dia berjaya menjauhi Pria.
Kehadiran Jejaka membantu dia mengalih pandangan.
Ada ketika dilihatnya Pria ke tepian seperti biasa,
tetapi dia pura-pura tidak melihat,
dan terus berbicara mesra dengan Jejaka.

"Gadis.."
Kosong.
"Gadis.." Kali ini Jejaka mencuit.
"Ya Pria.. Apa yang Pria kata tadi?"
"Saya Jejaka, Gadis.."
Gadis terkelu. Kenapa nama Pria yang harus keluar dari bibirnya?
Dia tahu dia terguriskan perasaan Jejaka.
Dia tahu dia melukakan Jejaka.
Tapi sebenarnya.. Dia pun sedang terluka..
Maafkan aku Jejaka..

______________________________________________ @@

Hari ini Jejaka tidak muncul.
Marah, mungkin.. 

Tangan Gadis menggosok permukaan batu besar yang dilakar dulu,
tulisan itu ternyata sudah mula berlumut.
Lakaran itu digores dengan batu, makanya tidak akan hapus dek waktu.
Lakaran itu juga permintaannya pada Tuhan
tapi Tuhan malah menurunkan keajaiban sejurus habis sahaja dia buat permintaan.
Gadis memanjat atas batu dan melabuhkan duduk seperti biasa,
tapi eh.. ada batu bergumpal kertas di sana.

..Bagus...
aku melihatmu sudah punya teman baru...
Kata-katanya bisa menggantikan diriku.
Bahkan bisa melampaui dalam bait-baitku
Bahkan aku lihat
Canda tawanya bisa mewakili diriku.
Bahkan aku lihat 
senyumnya lebih manis dari senyum ku....

Itu benar tulisan Pria.
Tapi Gadis tidak tahu sama ada titipan itu ditujukan untuknya.
Gadis membaca berulang kali. Cuba menebak Pria memberi untuk siapa, dan mengapa?
Gadis turun dari batu. Ada sesuatu kakinya terpijak.
Gadis menjongkok dan ternyata ia sekeping lagi kertas-batu.

Menemui Gadisku,
Kenapa kamu kelihatan tegang dan dingin denganku, Gadis?
Apakah kerana jawapan yang kuberikan padamu dulu?

Gadis..
Sebelum membuat keputusan menyapa kamu,
telah lama aku perhatikan kamu..
Saban hari aku terlihat keluhan,
Saban waktu air sungai mengalir membawa air matamu,
Saban masa kamu memahat batu besar itu penuh kemarahan..
Kenapa Gadis? Apa yang kamu luahkan?

Gadis.. 
Untuk kesemua soalan aku menyuruh kamu bertanya pada-Nya kerana,
kamu cuba untuk mempersoal Qada' dan Qadar Tuhan..
Maka aku bukanlah orang yang tepat untuk menjawab mewakili-Nya melainkan sekadar mengingatkan..
Tapi suatu perkara yang ku tahu, Gadis..
bila kamu tanya kenapa perlu ada cinta bila ia merupakan perosak terbesar jiwa,
maka jawapanku ialah kerana, cinta jugalah penawar terbesar bagi insan-insan yang telah dirosakkan jiwanya...

Gadisku..
Hidup ini umpama gelas yang separuh terisi,
Jangan terlalu fokus pada bahagian gelas yang kosong
bila kamu masih ada sebahagian gelas yang sudah diisi..
Jangan pernah berhenti berharap pada Rahmat Illahi..

Gadis menangis..
Ada keinsafan terbentuk dalam-dalam sudut hatinya,
ada kekesalan terbit dari ufuk jiwanya.
Dalam mencari dia sering tersasar dari jalanan,
dan dia bersyukur mengenali Pria yang sentiasa membantu dia mengenal jalan.

Gadis galau dari segenap sudut perasaan.
Gadis lalu teringat yang Pria pesan.
2 di waktu Subuh,
4 di kala Zuhur,
4 masa Asar,
3 pada Maghrib,
dan 4 dalam Isya' didail..
Gadis perlu bicara dan merayu pada Tuhan..

---------------------------------------------------------------------- @@

Bertemu tanpa bersua,
Bicara tanpa suara..

Salam Pria..

Benar, saban hari aku menangis seperti yang terlihat.
Benar, saban hari aku meluahkan amarahku yang teramat.

Sesungguhnya Pria,
Jika aku ini kertas.. maka aku adalah kertas yang sudah tidak kosong.
Dadaku penuh corat-coret yang terlihat kotor dan comot,
seperti tulisan-tulisanku yang pernah kamu tegur dahulu.

Sesungguhnya Pria, 
Jika aku ini kain.. maka aku adalah kain yang sudah tidak bersih.
Bidangku penuh berlumut dan koyak-rabak,
Seperti kain pengelap yang kamu gunakan buat membersihkan meja dan lantai.

Sesungguhnya Pria,
Jika aku ini perahu.. maka aku adalah perahu yang jahanam.
Tubuhku hampir hancur dimamah panas dan hujan,
mereput habis diinjak mereka yang hendak ke seberang dan dipukul badai.

Yang ku marah masa laluku,
Yang ku benci kejahilan-kejahilanku,
Yang ku tangisi kekontanganku..

Pria..
Aku adalah sang buta yang terjatuh ke dalam jurang yg dalam dan hitam,
Beberapa kali aku cuba naik ke tebing tapi gagal..
Banyak tangan cuba menarikku tapi setelah melihat kebutaanku,
mereka malah kembali menolakku ke dalam jurang itu.
Sesungguhnya..
Aku si buta yang tak bermata,
Aku si buta yang tak bertongkat,
Aku si buta yang telah jauh tersesat..

Aku di sini dengan niat memencil diri.
Saban hari kamu terlihat aku di situ,
memahat di batu merayu-Nya dengan kata;
"Tuhan, tolong jangan beri ruang untuk mana-mana pria mendekatiku.."
Aneh sekali, aku mengambil masa lebih setahun menggores batu dengan doa itu tapi kamu tidak mendatangiku.
Usai sahaja aku pahatkan noktah terakhir,
malah kamu melemparkan Salam Perkenalan untukku.
Dan lebih aneh kerana, yang aku pohonkan padaNya agar dijauhkan 'pria-pria' dari hidupku,
tapi dia malah menghantar kamu Pria, untuk memerliku..

Pria..
Aku adalah wanita yang hina dan tidak layak utk mendapat kasih siapa-siapa bahkan dari-Nya.
Tapi aku benar sungguh ingin mengutip sisa-sisa peluang yang ada untuk mencari keredhaan-Nya.
Aku sedang berusaha kembali mencari jalan-jalan yang lurus dan kembali kepada-Nya..
Tapi aku lupa aku ini si buta..
Aku memerlukan mata,
Aku memerlukan tongkat,
Aku memerlukan tangan utk memimpinku agar tidak lagi tersesat..
Kerana itu ku anggap pertemuan kita suatu rahmat..

Tapi Pria,
Bila kamu didatangi Wanita aku jadi tidak kuat.
Bukan aku cemburu atau iri,
tapi mereka membuat aku terasa sangat kerdil dan tidak pantas mendampingimu..
Melihat senyummu bersama mereka membuatku kalah..
Membuat aku terasa lemah..

Pria..
Dari kata terakhir aku rungkaikan,
Maafkan aku kerana menjauhimu..
Sesungguhnya, aku menjauh bukan kerana aku membenci,
tapi aku menjauh kerana aku mencintaimu..
Benar Pria, aku pernah berjanji dengan diri untuk tidak jatuh cinta lagi,
melainkan dengan insan yang melabuhkan cintanya pada Illahi,
dan aku yakin kamulah insan itu tapi aku tidak layak untuk kamu..
Izinkan aku pergi Pria, dan ku mohon kau halalkan segala perasaanku terhadapmu..

Yang benar,
Gadis..

Gadis melontar batu ke seberang.
Mungkin itu lontaran terakhir darinya buat Pria.
Dia tak mengharapkan jawapan,
tapi dia akan sering berulang ke sini menanti balasan dan..
jika Pria tidak mencintainya pun,
Gadis tetap tidak akan berputus asa mengharapkan rahmat Tuhan..




hatilukajadipuisi,
Ezureen Azmi,
13 Februari 2011,
5.50 am..

Monday, June 20, 2011

Yang penuh kebaikan dan keberkatanNya..

I'm dying for almost a month..
And suddenly, Allah sent me an angel called Khaira Akalili..  =)

3 days old Khaira Akalili

Little angel, thanks for bringing back my smile. =)

Lili, few days back Si Pelindung mama Yen pergi. Tak honey, Si Pelindung mama Yen masih hidup, tp he dumped me for a better person.. He took away my smile, he brought so much tears in my eyes.

Lili nak tau x? 16 June date special mama Yen ngan dia, tapi he's not there anymore. But i thank Allah. My 16th June was filled with your existence. Mama Yen ingat mama Yen akan nanges on the date mengenangkan yg dia dah xde, tp mama Yen nanges sbb happy Lili keluar safe n sound.. U mean so much to me, baby.. 

Lili, mama Yen sempat jenguk dia dari jauh.. and mama Yen nampak dia happy dgn life dia, dgn that lady, and he asked me to face the fact yg he doesn't love me anymore. Mama Yen wonder, mcm mana cinta yg dikatanya infiniti utk mama Yen, boleh jadi empty.. =)  Only Allah knows kan? Tapi its ok, now that i have you, mama Yen promise yg mama Yen akan sayangkan Lili as my own child. Whatever happens, Lili patut tau Lili ada mama Yen dlm hidup Lili. 

Lili, mama Yen ada byk love inside me. Now, i don't care bila org lain sia-siakan mama Yen, sbb mama Yen tau mama Yen boleh turn to u, and love u, and anak auntie Wani (yg akan kuar end of this year) as much as i can. Cinta yg tak bersyarat..  =)  

Last but not least, 
Please take note yg mama Yen dah kenal ibu Lili since we were 10. now that we are already 26, dan kehadiran Lili akan menguatkan lg hubungan kami. Just promise me u will be a good daughter, Khaira Akalili. Gadis yang penuh kebaikan dan keberkatan.. jadi wanita yang baik-baik, supaya hidup Lili, ibu n ayah selalu dlm keberkatan, mcm nama Lili.. she's a good friend of mine, a good sister to me, and i love you as much as i love your mummy.. Always remember that.. Oh ya, This world is not a perfect world for us, but i know my life will be better dengan adanya kamu.. Of all the blessings God sends from above, the one most precious is a new baby to love.   




Saturday, May 7, 2011

I'm Talking To U, Babah..

Babah,
I turned 26 this year, which means it has been 6 years since you left me here. 11 Mei 2005 dulu babah pergi, dalam keadaan belum sempat kita jernihkan kekeruhan antara kita, kan..? Yen x pernah sangka babah nak tinggalkan yen secepat tu.. Bah, I always wondering, whether babah pergi dlm keadaan babah sayangkan yen atau benci? Lebih dari tu, babah pergi dlm keadaan babah maafkan yen ke x, bah..?

Babah,
it's already 7th May 2011.. lg 4 hari, 11 Mei.. Yen resah, bah.. i have no one to talk to.. therefore, i'm writing this.. i wish i can talk to u.. i do hope u can read this, bah.. Tapi bah, this is not a love msg for you. this letter is full of pain. my pain, and it may hurt u jugak if u read this. 

Babah,
Sometimes i thank God u're no more here, bah.. coz knowing you, bila anak babah ni in pain, babah x belai yen mcm mama buat. malah u'll scold me, or add salt into my pain with ur cynical words.. it won't help, bah.. but still, skrg babah xde, so no more cynical words, no more ayat-ayat yang sarcastic, tapi bah.. i'm still hurting..

I always imagine;

Masa adik bertunang 3 tahun lepas, kalau babah ada, mesti babah kata;
"Kamu tengok la Yen, adik kamu dah ada org mintak. Kamu bila lagi, Yen?"
dan masa tu jugak Yen mesti akan jawab,
"Ala, dah dia x sabar2 biar la dia lepas dulu. Kitorang muda lagi la bah.."

Masa adik menikah bulan 6 tahun lepas, kalau babah ada, mesti babah kata;
"Dah dua tahun wani bertunang, tunggu kot2 kamu kawin dulu, tapi smpai sekarang bf pun xde. Babah cakap kamu taknak percaya. Lelaki bukan nak perempuan gemuk. Babah lelaki, babah tau la.."
Masa tu, dengan hati yang pedih tapi masih ego mesti yen akan jawab;
"Ala bah, bukan semua lelaki nak perempuan kurus. Yen blaja lagi, rileks la.."

Masa adik bersanding bulan 11 ritu, kalau babah ada, mesti babah kata;
"Kamu tak teringin ke nak naik pelamin, pakai baju cantik-cantik macam wani, Yen? Esok kalau kamu kawin mesti kamu payah nak cari baju. itupun kalau ada orang nak kawin ngan kamu. Kalau babah, babah tengok kamu pun babah lari.. Esok xde sapa nak kawen ngan kamu."
Masa ni Yen dah dewasa sikit. Yen rasa sakit, Yen akan senyap-senyap menjauhi babah dan menangis sorok-sorok kt dlm toilet.. coz even u're not around pun, itu yg Yen dok buat masa adik kawen, bah.. i'm happy for her but deep inside me, i'm hurting..

Sekarang bah, adik ngah kendong cucu babah dlm tummy dia  =) .. doktor cakap baby dia aktif sangat.. maybe in few weeks time it will start kicking. I'm super duper happy, bah.. coz i love babies, i can't hv mine so tumpang main-main ngan anak buah pun will make me happy. but sometimes i imagine, if u're around, mesti babah akan kata;
"Kamu tak teringin ke yen, nak kawin, nak ada anak macam adik kamu?"
Sampai detik semalam, bah.. Yen dengan yakin akan jawab;
"Soon, bah.. Soon.. Anak babah yg gemuk lagi hodoh ni dah jumpa imamnya dan x lama lagi Yen akan kecapi kebahagiaan yg babah ingat Yen xkan capai tu.. See, babah? Cinta dan jodoh terletak di tangan Allah. bukan pada kecantikkan dan tubuh badan yg menawan.."

Tapi itu semalam, bah.. sampai semalam.. Unfortunately, hari ni jawapan yen dah lain..
Hari ni, Yen akui babah betul..
Hari ni, Yen akui babah benar..
Hari ni, Yen ngaku kalah, bah..
Hari ni, Yen ditampar dengan kenyataan yg cinta tidak ditakdirkan utk Yen..
Orang gemuk cam Yen, x layak utk dicintai, bah..

Babah, I'm damaged.. Yen sakit, bah.. Yen terus-terusan disakiti. Babah x kesiankan Yen ke bah? Babah dah kat sana, babah boleh tengok yen kat sini, kan? Babah nampak kan bila Yen doakan babah kat sana? Allah hantar x malaikat utk bgtau babah, yang Yen rindukan babah? Yen rindu, bah..

Babah, anak babah ngah nangeh.. air mata dia x reti nak berenti.. 
Anak babah ni sedang berterabur, bah.. Lelaki yg disangkanya Imam dan yang selama ini menjadi tongkatnya rupanya mempunyai ramai makmum. Dia juga bertuankan ramai gadis buta yg menunggu utk dipimpin!!
I wonder.. if u are watching me rite now, adakah babah ketawakan yen, berbisik "kan babah dah cakap.." or babah doa kat Allah supaya diberikan ketabahan utk anak babah ni? Sesungguhnya anak babah ni sedang ranap, bah.. 

Babah, Yen x peduli apa babah nak kata..
I need you, bah.. I need you, really..
Babah, kalau babah dpt baca ni, i wish u come in my dream and hug me.. peluk yen, x yah cakap pape pun xpe bah,, Yen mintak tu je.. Yen rindu, bah.. I miss you..
 :'(